RAZIA, PENGENDARA MABUK NEKAT TEROBOS


AKSI KEJAR-KEJARAN, RAZIA BALAP LIAR


Polisi Razia Tempat Kost dan Lesehan


Cinta Ditolak, Pemuda Pengangguran Perkosa Dan Habisi Nyawa Gadis Pujaan Hatinya

SURABAYA - Gara-gara cintanya ditolak, Wawan (21), pemuda asal Jl Waru Gunung Surabaya tega memperkosa gadis idamannya tersebut berkali-kali hingga akhirnya di bunuh.
Korban sebut saja Lastri, siswi kelas 3 SMP yang tinggal di daerah Karang Pilang, Surabaya. Dia sampai tiga kali diperkosa oleh Wawan gara-gara pernah menolak cinta pemuda pengangguran tersebut.

"Pelaku sudah diamankan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya. Penangkapan ini berdasar laporan dari keluarga korban," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu (28/01/2017).
Dalam pemeriksaan, Wawan mengaku mengenal korban lantaran siswi SMP itu merupakan mantan pacar adiknya. Beberapa waktu lalu, Wawan menyatakan cintanya kepada Lastri, tapi ditolak.

Kemudian, Wawan berusaha melakukan pendekatan dengan mengajak korban jalan-jalan. Ternyata, dia berniat jahat. Korban langsung dibawa ke tempat kosnya dan diperkosa di sana.
Lastri sempat berontak, tapi gadis belia ini diancam akan dibunuh jika tidak melayani nafsu Wawan. Korban pun akhirnya menurut saja.

"Tersangka mengajak korban jalan-jalan, ternyata diajak ke kost tersangka dan diperkosa. Korban juga diancam apabila menolak akan dibunuh, termasuk keluarganya," kata Suratmi.
Puas dengan aksi pertama, beberapa jam berselang pelaku kembali melancarkan aksinya. Kali ini, modusnya lain. Wawan mengancam akan menyebar informasi ke teman-temannya bahwa Lastri telah tidak perawan, jika menolak. Korban pun terpaksa melayani nafsu bejat Wawan di semak-semak yang terletak di desa Karang Pilang .

Sampai akhirnya, korban yang sudah tidak tahan lagi dan menjerit saat di ajak bersetubuh oleh wawan untuk yang ke tiga kalinya, takut akan prilaku bejatnya di dengar oleh warga, wawan pun langsung mencekik korban hingga tewas, setelah tewas wawan pun masih sempat melancarkan nafsu bejatnya pada mayat Lastri, sudah selesai dengan perbuatannya Lastri pun di tinggalkan oleh wawan di semak tempat kejadian Karang Pilang.
Peristiwa ini terbongkar saat salah seorang warga yang mengenali mayat Lastri dan langsung memberitahukan kepada orang tua korban atas apa yang di lihatnya.

Wawan pun harus mendekam di dalam penjara Polrestabes Surabaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat dengan pasal 81 ayat 2 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan pembunuhan dengan ancaman minimal tiga tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

@Tribunkota.com

Ribut Tarif Kencan, Tiga ‘Cabe-cabean’ Diangkut Polisi

KRIMINALITAS.COM, Medan – Petugas Polsek Medan Baru mencidu
 tiga cabe-cabean dan dua orang pemuda yang ribut di sebuah hotel esek-esek. Mereka adalah Icha (22), Caca (21), Yeni (27), Aji (21) dan Jhoni (22). Aji dan Jhoni merupakan warga Jalan Pancing, Kecamatan Medan Tembung.

Kelima orang tersebut diamankan di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Baru, saat ribut tentang tarif prostitusi yang ditawarkan oleh ketiga cabe-cabean.
Peristiwa ini berawal ketika Aji dan Jhoni datang ke lokasi. Mereka kemudian bertemu dengan tiga wanita tersebut. Setelah melobi dan negosiasi, akhirnya terjadi kesepakatan harga yakni Rp 300 ribu untuk tiga wanita dalam sekali kencan. Mereka sepakat jika Aji berkencan dengan Yeni dan Caca, sedangkan Jhoni bersama Ica.

Mereka pun masu ke dalam hotel. Selang beberapa menit, keributan terjadi. Aji dan Jhoni kemudian ditahan warga karena dianggap belum membayar uang Rp 300 ribu. Polisi yang mendapat laporan langsung terjun ke lokasi.
Dari hasil pemeriksaan diketahahui jika Aji mengaku jika saat negosiasi dirinya menawar Yeni dengan kesepakatan harga Rp 300 ribu sudah termasuk uang sewa hotel. Namun sesampainya di dalam hotel, Yeni ingkar dengan menyuruhnya membayar hotel sebesar Rp 70 ribu.

“Uang hotel aku bayar lagi. Uda gitu janjinya ceweknya dua saya sendiri Rp 300 ribu, ini malah minta lebih hingga Rp 1 juta,” kata Aji.
Senada dengan Aji, Jhoni juga mengaku ditipu sesaat usai masuk ke dalam hotel.
“Janjinya Rp 300 berhubungan badan, tapi Icha gak mau melayaninya, hanya kemaluan saya dionaninya,” kesal Jhoni.

Sementara itu, Icha  mengaku jika dirinya dan Jhoni memang sepakat Rp 300 ribu untuk pijat plus-plus, bukan berhubungan badan.
“Dari awal janjinya memang pijat plus-plus, Jhoni yang salah,” kata Icha
Kelima orang tersebut akhirnya dibawa ke Polsek Medan Baru. Di sana mereka didata dan diberi pengarahan. Polisi tidak menhanannya karena kelimanya sepakat damai.

suami pergi berlayar , istri di gulung ombak di ranjang

POJOKSATU.id, MEDAN – Di saat suami sedang berjuang menyelamatkan diri dari goyangan ombak di laut, istrinya justru menikmati goyangan brondong di atas ranjang.
Itulah yang dialami Idrus (nama samara), 40. Di saat dia sedang cari nafkah dan rela digoyang ombak di laut, istrinya Julaiha (nama samaran), 35, malah selingkuh dengan brondong.

Seperti dilansir posmetro-medan.com (grup pojoksatu.id), Idrus warga Kecamatan Stabat, Langkat Medan, memang pelaut sejati. Dia baru pulang ke rumah paling-paling enam bulan sekali, ketemu anak istri.Jika kebetulan sedang pulang, udah deh……, ngamaaar saja bersama istri. Rapel. Maklum jarang ketemu, suasana jadi seperti pengantin baru kembali. Dan setelah Idrus kembali ke kapal, kehidupan yang selalu sepi melanda Julaiha dalam keseharian.

Nah, di kala jauh dari suami, dia berkenalan dengan lelaki muda. Penampilannya simpatik, tongkrongannya boleh juga, nggak tahu “tangkringan”-nya. Ternyata perkenalan itu terus berlanjut, karena Heru (nama palsu), 33, sering menghubunginya, dan kepengin main ke rumahnya. Sebetulnya nggak enak juga. Tapi kata orang-orang tua, banyak tamu kan banyak rejeki. Akhirnya, di kala suami tak di rumah, Julaiha menerima tamu lelaki di rumahnya.
Ternyata, begitu tahu bahwa suami Julaiha seorang pelaut, Heru semakin ngglibet saja. Rupanya dia tak sekedar kenalan belaka, tapi mau lebih dari itu. Tak cukup hanya bergaul, jika memungkinkan mau juga menggauli. Buktinya, Heru sudah berani melancarkan rayuan-rayuan maut.

“Kangenmu dengan suami kan selalu “dibintangi”, mending kangen-kangenan sama saya saja,” begitu Heru melancarkan rayuan gombal.
Awalnya Julaiha mencoba menepiskannya. Tapi karena sebagai bini pelaut sebetulnya sangat rindu “jangkar”, akhirnya tak berdaya juga. Pada saatnya, istri Idrus ini betul-betul bertekuk lutut dan berbuka paha untuk PIL baru yang bernama Heru. Dan ternyata benar. Tongkrongan Heru memang sesuai dengan “tangkringan”-nya.
Sejak saat itu Heru – Julaiha sering jalan bareng. Capek berkoalisi, kemudian “eksekusi” dalam hotel. Tapi demi penghematan, kadang Julaiha berani juga membawa PIL-nya ke dalam kamar pribadinya. Pendek kata, mereka sudah bak pasangan suami istri saja. Karena kemudian, bukan sekali dua Heru menginap di rumah kekasih gelapnya.

Lelaki dimabuk asmara memang sering kehilangan kewaspadaan nasionalnya. Begitu pula Julaiha. Tanpa dinyana, Idrus yang menurut jadwal baru akan kembali 3 bulan lagi, eh… malah datang tengah malam pas Heru tidur di rumahnya. Paling celaka lagi, dia sempat melihat bagaimana malam itu Julaiha tengah disetubuhi tamu asing di dalam kamarnya.
Idrus segera menghubungi pengurus RT, untuk menggerebek pasangan mesum itu. Sayang kalah cepat. Ketika warga mendobrak pintu kamar Julaiha, keduanya sudah raib lewat jendela, dan hingga kini tak pernah kembali.
Rupanya Heru – Julaiha terus bersatu-padu dalam syahdu, karena istri Heru juga kehilangan suami. Sejak terbongkarnya kasus itu, Heru sudah beberapa hari tak kembali.
(sdf/one)

Suami Di Bantu Warga Ikat Dan Telanjangi Istrinya Di Pohon

Seorang wanita dan kekasihnya di telanjangi dan diikat di atas pohon karena mereka ketahuan oleh suami si wanita telah berselingkuh di belakang sang suami.
Wanita itu kemudian dipukuli oleh sang suami dan beberapa warga yang marah besar atas perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita itu.

Kejadian ini terjadi di sebuah desa warga Kajoran, Klaten selatan, Jawa Tengah. Wanita dan kekasihnya yang bernama Sarmadi, 27 tahun itu dipukuli dan ditelanjangi oleh puluhaan warga. Tak hanya itu keduanya diikat diatas pohon serta ditonton oleh ribuan warga setempat.
Petugas p0lisi setempat sempat datang untuk menghentikan aksi anarkis tersebut. Namun, warga mencegahya. Warga melempari petugas polisi dengan batu hingga dua orang polisi mengalami luka-luka.

Polisi tak kuasa melawan warga karena jumlahnya kalah banyak. Tapi pada malam harinya polisi datang lagi dan menolong sepasang kekasih itu untuk menurunkan mereka dari atas pohon. Keduanya langsung dibawa ke kantor polisi terdekat.
Sebelum berhasil ditangkap warga, wanita dan kekasihnya itu sempat kabur ke luar desa  karena memang mereka sudah menjalin hubungan tersebut dan ingin hidup bersama. Namun, mereka ditangkap oleh suami si wanita hingga dibawa lagi ke desanya untuk disiksa.

Atas kasus ini, polisi menangkap 8 pria termasuk suami wanita tersebut atas tuduhan penganiayaan dan pelecehan s**sual, serta menyerang polisi.

@Tribunkota.com

Kesal Istri Tidak Hamil, Suami Tusuk Kemaluan Istrinya Dengan Gunting Saat Berhubungan Intim

Seorang wanita tewas mengenaskan setelah suaminya menusuk kemaluan korban dengan gunting sepanjang 32 centimeter sebagai hukuman sang istri yang tak kunjung hamil karena dianggap mandul.
Dikutip dari laman tribunkota.com, Minggu (22/1)

kekerasan dalam rumah tangga sudah banyak sekali terjadi di tanah air indonesia, dan kali ini menimpa astuti (25) warga Perum Trias Estate 1, RT 01 RW 08, Desa Tridaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang sudah 3 tahun menikah dengan suaminya amrol (27) kunjung tak mempunyai anak, menurut tersangka amrol saat di mintai keterangan oleh pihak polisi, mengatakan bahwa istrinya mandul dan tidak bisa memberikan keturunan.
Kronologi kejadian minggu (22-01-2017) sekitar jam 11:00 wib tadi, tersangka meminta istrinya untuk berhubungan intim, disaat berhubungan suami istri, korban astuti yang menyepelekan pelaku bahwa pelaku tidak memiliki hormon untuk memiliki anak, tetapi menurut pengakuan tersangka, korbanlah yang mandul.


Sempat bertengkar semasih berhubungan intim, Amrol yang geram langsung berdiri dan mengambil gunting yang berada tidak jauh dari tempat ia berhubungan suami istri, langsung menancapkan tepat ke dalam kemaluan korban hingga tewas.
Di hadapan polisi, Amrol mengaku kesal dan korban layak mendapatkan hukuman tersebut karena tidak bisa memberikan keturunan padanya. dan ia juga mengatakan bahwa kejadian tersebut juga di mula dari ke tidak sopanan istrinya saat berhubungan mengatakan ia tidak memiliki kekuatan untuk memiliki anak, merasa tersinggung Amrol pun langsung emosi dan menancapkan gunting tersebut.

Atas perbuatan nya kini Amrol di jerat Pasal 26 ayat [2] UU KDRT yang mengakibatkan kematian terancam hukuman seumur hidup, tutur kapolres saat di mintai keterangan oleh tim

tribunkota.com.